Tuesday, November 23, 2004
Munir Gak akan Hidup Lagi!
Sejak dulu, Saya tuh paling gak suka kalau ada orang yang sudah meninggal, terus diperbincangkan. Apalagi, perbincangan itu perbincangan yang jelek. Contoh sekarang adalah kasus Munir yang meninggal beberapa waktu lalu. Saat ini pun ditemukan bahwa Munir mati karena diracun. Saya ambil pengecualian untuk hal ini. Sehingga, Saya memaksa diri Saya untuk membahasnya. Apalagi sang istri juga diteror abis-abisan.Yang lagi ramai di perbincangkan saat ini adalah racun-meracuni. Dalam kasus Munir, racun yang digunakan adalah Arsenicum. Konon, katanya racun ini dijual bebas di apotek karena memang dalam beberapa hal bisa digunakan sebagai obat.
Yang menarik menjadi pembahasan justru cara meletakkan racun itu. Arsenicum berbentuk bubuk, sehingga cara meletakkannya tinggal membuka bungkusan bubuk, meletakkan pada makanan or minuman, tunggu si korban memakan atau meminumnya, kalau sudah diminum or, BERES..!!! Tinggal tunggu waktu untuk menunggunya MATI..!! Tentu saja, efeknya gak langsung, tapi menunggu bebrapa waktu.
Kesimpelan peletakkan racun ini menjadikan sulit memprediksi siapa yang menaruhnya. Karena dengan metode diatas, anak TK aja bisa kalo hanya sekedar naruh racunnya. Yang menjadi masalah adalah DALANGNYA..!! Susah? iyalah susah. Entah siapa. Bahkan andai aja Munir masih hidup, Dia tentu tidak tahu siapa yang meletakkannya (kemungkinan).
