Syahrani's Weblog Rani-Rina's Weblog
Wednesday, March 16, 2005

Mercedes-Benz dan "ihdina asshirootho al mustaqiim"

Saya baru tau bahwa Mercedes-Benz adalah salah satu perusahaan mobil yang masih menggunakan cara lama untuk menguji kehandalan mobil yang akan dia keluarkan di pasar. Apa itu? Melewati berlapis-lapis halangan atau rintangan yang terbuat dari plastik dengan kecepatan yang tidak pelan. Artinya, dalam kecepatan yang cepat, mobil itu harus bisa meliuk-liukkan badannya mengikuti apa yang diinginkan oleh pengendara. Apabila ia terjungkal, Mercedes tak mau ambil resiko alias produk itu langsung di revisi dan dilihat apa kekurangan yang ia miliki.

Saya sudah lama tau, bahwa di dalam setiap sholat tepatnya di surat al-Fatihah, kita selalu mengucap "ihdina asshirootho al mustaqiim" yang kurang lebih berarti "tunjukkan kepada kami jalan yang lurus".

Hmm saya jadi berpikir, di satu sisi mobil mercedez menguji dirinya dengan berbagai belokan yang tajam dengan kecepatan tinggi, sedang surat Alfatihah mengajarkan kepada kita untuk selalu berjalan di jalan yang lurus. Dua hal yang sangat kontradiktif. Dengan jalan yang berbelok-belok (mobil), ia akan lebih teruji. Tapi dengan jalan yang lurus, jalannya malah menjadi lempeng, flat dan biasa-biasa saja.

Secara logika telanjang, memang benar begitu adanya. Tapi Saya justru melihat kedua hal tersebut sangat berkaitan.

Kita hidup, dimana pun, seenak apapun kita, secukup dan sekurang apapun kita, maka sejatinya kita telah menciptakan sebuah masalah baru. Bahkan, kita hidup ini sudah menjadi masalah. Andaikata dulu Adam tidak melanggar perintah Tuhan, dia tidak akan diturunkan di bumi ini dan tentunya, kita akan tetap berada di surga :)

Ketika kita lahir, kita menjadi sebuah masalah bagi orang tua kita, ketika udah gede dan mau mencari sekolah, kita bingung juga karena sekolah yang kita mau "minta"nya macam-macam. Setelah lulus sekolah dan kuliah pun kita memperoleh masalah, kita bingung mencari kerja. Ketika kerja, kita bingung mencari istri. Begitu seterusnya sampai kita mati pun kita menjadi masalah. Bahkan tak jarang orang kebingungan untuk mencari kapling tanah buat makamnya kelak. Bener kan? Masalah lagi.

Suatu yang berbelok berarti ia tidak lurus. Masalah, ia adalah bagian dari belokan yang dilakukan mercedes. Kata orang, seseorang itu akan menjadi kuat apabila ia kuat menghadapi sebuah masalah.

Kesimpulan Saya, mercedes ternyata benar-benar memegang teguh "ihdina asshirootho al mustaqiim" dan "ihdina asshirootho al mustaqiim" pun memahami betul kebutuhan mercedes. Mercedes tau ketika ia berhasil menghadapi rintangan itu, ia akan mudah untuk berjalan di jalanan yang lurus. "ihdina asshirootho al mustaqiim" pun tau, ketika mercedez berbelok-belok, akan tiba saatnya ia membutuhkan sebuah jalan yang lurus dan jalan yang lurus itu adalah jalan yang enak untuk berkendara.

Mercedes hanya contoh kecil dari kita. Ketika kita keluar dari sebuah kelurusan, jangan langsung salahkan kenapa ia berbelok. Berbelok tak selamanya negatif. Hidup kan juga tak selamanya lurus. Karena tidak selalu lurus itulah diciptakan "ihdina asshirootho al mustaqiim"...

Ada masalah baru lagi, ternyata sesuatu yang lurus itu tak selamanya lurus. Lah maksudnya? Ketika Saya tersesat di sebuah kota dan bertanya pada seseorang, orang itu menjawab "Mas lurus aja mentok nanti pasti ketemu tempatnya". Saya pun memacu kendaraan lurus mengikuti jalan seperti apa kata orang tadi.

Pas menyetir Saya kok berpikir, ternyata jalan ini tidak lurus. Mengapa?

Jalan yang lurus tak selamanya 180 derajat. Jalan yang lurus tak menjamin jalan itu tak naik dan jalan itu tak turun. Toh, ketika naik dan turun, ia tetap menjadi jalan yang lurus. Jalan yang lurus ternyata juga menjadi masalah. Tapi tenang, itulah fungsi "ihdina asshirootho al mustaqiim" supaya kita setidaknya tetep on the right track :)

Hehehe sekarang Saya tau artinya lurus. Lurus itu bukan hanya berarti 180 derajat, lempeng, lenggang, tidak belok dan berbentuk garis. Namun makna lurus adalah on the right track... :)

The obstacle is the path
-Zen Saying



Author

Rani

"Syahrani's Weblog" is where I restore everything (writings, stories, religious, social, politics, current affairs, marketing, thoughts, sports, internet, essays, pictures or what so ever) that amazed me during time.

A 23 year-old, worker, family-man and a Post-Graduate MBA student. Living in Melbourne (Australia). Email: syahrani AT gmail.com .

Ads


Archives

August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
February 2007
April 2007
May 2007
April 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
January 2009

Friends

*)Iin
Abhirhay
Adai
Avianto
Bahtiar
Benny Chandra
Budi Rahardjo
Budi Wijaya
Canti
Diaz Fitra
Didats Triadi
Dody
Emil
Enda Nasution
Farhana
Farid Gaban (Pena Indonesia)
Farid Gaban (Solilokui)
Fisto
Goiq
Guntur
Hermawan Kartajaya
Idban
Ikhlasul Amal
Imponk
Kere Kemplu
Mbak Syl
Lantip
Luluk
Maknyak
Manda
MDAMT
Nurani Susilo
Priyadi
Riza Nugraha
Rudy
Sa
Thomas Arie Setiawan
Tiwi
Wimar Witoelar
Yulian Firdaus

Credits

Blogger
Haloscan
Photobucket


Nedstat Basic - Free web site statistics Personal homepage website counter